Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Lap. Kinerja
 Statistik
 Statistik Pariwisata
 Statistik Wisatawan Mancanegara
 Statistik Wisatawan Nusantara
 Statistik Wisatawan Nasional
 Statistik Akomodasi
 Statistik Usaha Restoran
 Statistik Jasa Perjalanan
 Neraca Satelit Pariwisata
 Ranking Devisa Pariwisata
 Neraca Jasa Perjalanan Indonesia
 Publikasi Statistik
 Publikasi Statistical Arrivals (WisMan)
 Publikasi Passenger Exit Survey (PES)
 Publikasi Wisatawan Nusantara
 Publikasi NESPARNAS
 Lap. Kegiatan
 Hasil Penelitian & Pengembangan
 Penelitian
 Jurnal
 Hasil Kerjasama Luar Negeri
 Informasi Publik
 Tentang PPID
 Prosedur Permohonan Informasi
 Berkala
 Setiap Saat
 Maklumat
 RAKORNAS 2016
 Januari
 
Jurnal
JURNAL KEPARIWISATAAN INDONESIA VOL.11 NO. 1 JUNI 2016
14-Feb-2017 00:00
 PENGARUH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA DAN PERJALANAN WISATAWAN NUSANTARA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PARIWISATA DI INDONESIA

Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih. Variabel yang diteliti antara lain kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, dan penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS, dengan metode analisis data uji normalitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis. Dari persamaan regresi linear berganda di atas didapatkan nilai konstanta sebesar 15,401. Artinya, jika jumlah kunjungan wisatawan  mancanegara dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dalam bekerja tidak ada, maka jumlah tenaga kerja sektor pariwisata nilainya sebesar 15,401. Jika setiap ada perubahan satu satuan nilai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, akan memengaruhi jumlah tenaga kerja sektor  pariwisata sebesar 2,086 dan jika setiap ada perubahan satu satuan nilai jumlah perjalanan wisatawan nusantara maka akan mempengaruhi jumlah tenaga kerja sektor pariwisata nusantara sebesar -0.096. Pada regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R square yang telah disesuaikan nilai Adjusted R Square sebesar 0,886 atau 88,6%. Hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen (jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara) mampu menjelaskan sebesar 88,6% variabel dependen (jumlah  tenaga kerja sektor pariwisata). Sisanya sebesar 11,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga dirasakan perlunya melakukan pengembangan penelitian terkait variable lain yang mampu mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata.

 

 

Kata Kunci: kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, tenaga kerja sektor pariwisata

selengkapnya..
Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia
18-Agu-2016 00:00
 Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia oleh Kemeneterian Pariwisata dan Unit Pelaksana Teknisnya (UPT).

selengkapnya..
Jurnal Kepariwisataan Indonesia
17-Agu-2016 00:00
Jurnal Kepariwisataan Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Unit Pelaksana Teknisnya (UPT).

selengkapnya..
JURNAL KEPARIWISATAAN INDONESIA VOL.11 NO. 1 JUNI 2016
14-Jun-2016 00:00
 ANALISIS DAYA SAING HARGA PARIWISATA INDONESIA: PENDEKATAN ELASTISITAS PERMINTAAN

Pariwisata Indonesia sangat potensial, namun pencapaiannya belum optimal. World Economic Forum (WEF) pada tahun 2013 menempatkan Indonesia pada peringkat 6 dan 38 dari 140 negara di dunia untuk kepemilikan sumber daya alam dan budaya. Peringkat ini berada jauh di atas negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia. Indeks daya saing harga pariwisata Indonesia pada tahun 2013 menempati peringkat 9 dari 140 negara. Tingkat harga yang rendah tidak menjamin tingginya penerimaan devisa suatu destinasi pariwisata. Jika permintaan terhadap suatu destinasi bersifat inelastis terhadap harga, strategi penurunan harga tidak mampu meningkatkan penerimaan devisa suatu destinasi. Oleh karena itu, pendekatan elastisitas permintaan tepat digunakan untuk mengukur daya saing pariwisata dari sisi harga. Penelitian ini menggunakan model Almost Ideal Demand System (AIDS). Nilai elastisitas harga menunjukkan bahwa Indonesia lebih berdaya saing dibandingkan Thailand menurut wisatawan Australia dan Amerika dan Indonesia  lebih berdaya saing dibandingkan Malaysia menurut wisatawan Amerika. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa harga pariwisata merupakan determinan utama yang mempengaruhi alokasi pengeluaran wisatawan di ketiga destinasi. Dengan mengetahui posisi daya saing pariwisata Indonesia terhadap negara kompetitor, perlu diterapkan strategi promosi berbeda untuk setiap negara pasar wisatawan yang sesuai dengan karakteristik permintaannya. Penelitian ini mengajukan rekomendasi kebijakan berupa perlunya diterapkan peningkatan penerimaan devisa sektor pariwisata di Indonesia, antara lain perlunya strategi penentuan harga (pricing strategies), kestabilan inflasi domestik, memonitor tren harga negara kompetitor, dan kerjasama para industri pariwisata.

 

 

Kata kunci: Daya saing harga; elastisitas permintaan pariwisata; model EC-LAIDS

selengkapnya..
JURNAL KEPARIWISATAAN INDONESIA VOL.11 NO. 1 JUNI 2016
14-Jun-2016 00:00
 PERANAN KEBUDAYAAN DALAM PENCITRAAN PARIWISATA BALI

Informasi dan publikasi tentang Bali telah dilakukan sejak tahun 1914. Gambaran tentang Bali sudah ada dalam pikiran wisatawan dan calon wisatawan 100 tahun yang lalu. Bagaimana peran kebudayaan dalam pencitraan kepariwisataan Bali? Tujuan penelitian ini adalah mempelajari aktivitas masyarakat Bali dalam mengangkat dan mempertahankan kebudayaannya sehingga menjadi sebuah integritas dan jati diri. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnography dibantu berbagai referensi terkait pencitraan. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa peranan budaya dalam masyarakat Bali memang sangat kuat. Kekuatan keagamaan dan budaya bersatu sama kuat dalam setiap sisi kehidupan masyarakatnya dan menjadi inspirasi daya tarik wisata. Kayu kering dapat dibuat berbagai ukiran menarik dan bernilai seni tinggi setelah diolah di tangan pemuda-pemudi Bali. Penelitian ini diharapkan dapat menggugah dan memberikan saran khusus kepada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata agar penguatan positif budaya yang dilakukan Bali dapat menjadi pembanding dalam mempertahankan budaya maupun pencitraan pariwisata di daerah-daerah lain di  Indonesia. Bali adalah brand image yang kuat dan juga bagian penting dari Indonesia.

 

Kata Kunci: kekuatan budaya, brand image tourism.

selengkapnya..
Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers: Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan Penutup puncak perayaan kemerdekaan ke-72
"Siaran Pers" Menpar Arief Yahya Membuka Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF)
Narasi Tunggal : INDONESIA DEVELOPMENT FORUM: MEMERANGI KETIMPANGAN UNTUK PERTUMBUHAN YANG LEBIH BAIK
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved