Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pesona Lomba Desain Shelter 2018 dapat dilihat di Berita--> Pengumuman
  • Only 33 days left to the #AsianGames2018 just Prepare For The Games! 🇮🇩
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 dapat dilihat di Menu Berita-->ISTA
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers : Menpar Tinjau KEK Pariwisata Tanjung Gunung dan Sungailiat Bangka
14-Apr-2018 00:00

SIARAN PERS
KOMBLIK/14/IV/2018


Menpar Tinjau KEK Pariwisata Tanjung Gunung dan Sungailiat Bangka
 
Pangkal Pinang, 13 April 2018– Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Gunung dan Pesisir Timur Sungailiat di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Dua  kawasan tersebut diharapkan segera ditetapkan sebagai KEK Pariwisata seperti halnya KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung yang kini dalam percepatan pembangunan.

“KEK Pariwisata Tanjung Gunung diharapkan dapat ditetapkan dalam waktu 3 bulan, seperti  ‘saudaranya’ KEK Tanjung Kelayang di Belitung,” kata Menpar Arief Yahya pada kunjungan kerja ke Bangka didampingi Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar Hiramsyah beserta stakeholder pariwisata, di antaranya Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Pusat.

Menpar Arief Yahya mengatakan, perkembangan struktur ekonomi Provinsi Babel dalam 5 tahun terakhir (2012-2016) relatif stagnan dan tetap didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu; perkebunan, kehutanan, dan perikanan (20.15%); diikuti oleh industri pengolahan (20.05%);  dan pertambangan (11.05%).

Sektor pertambangan dan industri pengolahan justru menunjukkan penurunan, peran pertambangan dan galian turun dari 15.36% ( tahun 2012) menjadi 11.89% (tahun 2016), diikuti industri pengolahan turun dari 24.33% menjadi 20.05%, sedangkan sektor transportasi dan akomodasi justru meningkat dari 5,66% (tahun 2012) menjadi 6.52% ( tahun 2016).

“Babel harus melakukan transformasi ekonomi dari tambang ke pariwisata. Transformasi haruslah berawal dari CEO commitment dan menerapkan change agent. Wins the future, wins the game. Bahwa  pemimpin harus mempunyai visi ke depan. Memenangkan peperangan, tanpa peperangan (Blue Ocean Strategy) juga lihai dalam perencanaan dan cerdas menangkap peluang,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pariwisata merupakan industri jasa yang paling mudah, murah, dan cepat serta berkelanjutan atau sustainable. Provinsi Babel dengan keunggulan lokasi yang memiliki leverage global berpeluang membuat terobosan yang berarti dengan melakukan transformasi tiga lapangan usaha utama tersebut.

“Penurunan kontribusi sektor pertambangan harus bisa digantikan sektor lain yang mengedepankan pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan, semisal pariwisata yang telah terbukti lebih murah, lebih cepat memberikan hasil dan telah menjadi penyumbang devisa nasional nomor dua,” kata Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dapat dipercepat dengan memanfaatkan kemudahan dan perlakuan khusus yang telah disediakan Pemerintah yaitu; Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” Melalui  sinergitas 3 KEK Pariwisata (Tanjung Kelayang, Tanjung Gunung, Pesisir Timur Sungailiat) yang didukung penuh para diaspora Babel, maka bisnis model KEK Pariwisata ini akan mempercepat transformasi struktur ekonomi Provinsi Babel ke arah struktur ekonomi modern,” ungkap Arief Yahya.

Gubernur Provinsi Babel  Erzaldi Rosman pada kesempatan tersebut mendorong para pelaku bisnis pariwisata segera mewujudkan bisnis model KEK Pariwisata. “Yakinlah dengan pariwisata, Bangka Belitung akan semakin maju,” kata Erzaldi Rosman memberi semangat. 

Pemilik Kawasan Wisata Tanjung Gunung, Johan Riduan Hasan, menjelaskan KEK Tanjung Gunung diusulkan melalui PT Pan Semujur Makmur (PSM) dengan menyediakan lahan seluas 385 hektar dan sebagai tahap pertama PSM akan melakukan investasi sebesar Rp 1,58 triliun.

Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi prioritas untuk dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ satu di antaranya di Tanjung Kelayang, Pulau Belitung, Provinsi Babel. Tanjung Kelayang dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan potensi budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade).

Guntur Sakti
08127024856 / 081299097620
Info@kemenpar.go.id
Kepala Biro Komunikasi Publik
Kementerian Pariwisata

LOMBA DESAIN SHELTER

 

ISTA 2018

 

Hubungi Kami

      

Asian Games 2018

     

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pesona Lomba Desain Shelter 2018
Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Madya
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved