Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Only 58 days left to the #AsianGames2018 just Prepare For The Games! 🇮🇩
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 dapat dilihat di Menu Berita-->ISTA
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers : Pra Rakornas Pariwisata 2018 : Digital Destination & Nomadic Tourism
12-Mar-2018 00:00

SIARAN PERS
KOMBLIK/I/III/2018

Pra Rakornas Pariwisata 2018 : Digital Destination & Nomadic Tourism

Jakarta, 12 Maret 2018 - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, membuka Rapat Kerja Teknis Pra Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2018. Acara membahas tema Rakornas: Digital Destination & Nomadic Tourism, berlangsung di Hotel Harris Vertu, dalam rangka mengawali Rakornaspar yang akan dilaksanakan pada 22-23 Maret 2018 di Bali.

Menteri Pariwisata pada arahan menyampaikan, bahwa Pra Rakornas dilaksanakan untuk mengukur target yang hendak dicapai dan harapan keberhasilan penyelenggaraan Rakornas nanti. ”Kita menggelar Pra Rakornas ini karena kita harus tahu apa yang ingin dicapai dan juga apa yang diharapkan. Kita harus bisa menjadi bangsa pemenang dengan cara yang tidak biasa,”ujar Menpar.

Data mengatakan, 63% dari seluruh aktivitas perjalanan dicari (searching), dipesan, dibeli, dan dijual secara online, sedangkan 50% dari seluruh penjualan perjalanan secara online melibatkan lebih dari 1 perangkat mengenai tema yang diangkat.

Menpar menyatakan bahwa tema Digital Destination & Nomadic Tourism sangat relevan untuk diterapkan saat ini, dengan perubahan zaman yang masuk era digital. Untuk itu, perlu dibangun destinasi digital, yakni sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

”Kamu semua harus bisa dan tahu, bahwa syarat utama membangun destinasi baru ini: harus layak foto atau fotogenik. Ciptakan 1.001 spot foto yang melahirkan banyak impressions. Ketika orang berdiri di sana, 360 derajat plus atas, plus bawah, penuh dengan objek foto. Jadi ciptakan sudut menarik untuk kamera,” ujar Menteri asal Banyuwangi itu.

Menpar mengharapkan, dengan acara Pra Rakornas ini semua pihak bisa merealisasikan destinasi digital. Pembuat destinasi digital diharapkan dapat menciptakan sensasi gambar dan suasana destinasi yang tidak ada di tempat lain, semakin eksklusif semakin mengundang orang datang. ”Dan kondisi saat ini adalah esteem economy, anak-anak muda zaman now butuh pengakuan di sosial media, semua bisa didapat di Destinasi Digital,”kata Menpar.

Telah terbukti sejumlah destinasi digital dikenalkan melalui media ini, yakni Pasar Pancingan, Lombok, Pasar mangrove, Batam – Kepri, Pasar Karetan, Kendal – Semarang, Pasar Siti Nurbaya, Padang, Pasar Tahura, Lampung, Pasar Kaki Langit, Jogjakarta, Pasar Baba Boen Tjit, Palembang.

Berkaitan dengan tema Nomadic Tourism, Menpar mengatakan bahwa untuk memenuhi target 20 juta wisman, perlu dibuat akomodasi yang bisa berpindah-pindah. Misalnya, Danau Toba. Dari sisi atraksi, tidak dapat diragukan lagi dapat dikategorikan sebagai destinasi wisata kelas dunia, dengan gelar yang disandangnya sebagai danau vulkanik terbesar di dunia atau sering disebut super volcano caldera.

Dari sisi aksesibilitas, progress-nya bagus antara lain dengan adanya Bandara Silangit yang telah ditetapkan sebagai bandara internasional. Namun, selalu tertinggal kalau kita bicara mengenai amenitas seperti hotel, resort, atau kafe. Inilah fungsi Nomadic Tourism yaitu keadaan dimana hotel dan resort yang dibangun bisa berpindah-pindah.
 
”Nah, solusinya adalah Nomadic Accomodation. Solusi tercepatnya adalah dengan membangun amenitas (akomodasi) yang sifatnya bisa dipindah-pindah. Bentuknya bermacam-macam. Akomodasi yang paling mobile adalah karavan, hotel di atas mobil, atau bisa kita sebut “hotel mobil. Hotel karavan ini bisa berpindah harian atau mingguan, untuk mencari spot-spot terindah di suatu destinasi wisata,” kata Menpar.

Dilanjutkannya, untuk merealisasikan nomadic tourism, Kemenpar akan menjadikan kawasan wisata Danau Toba sebagai pilot project dan ditargetkan untuk ground breaking pada 2 April 2018. Destinasi selanjutnya yang akan menyusul yakni Borobudur, Labuan Bajo, Wakatobi dan Raja Ampat, juga akan meminta pengembangan wisata yang serupa. Maka dari itu, kita harus tahu apa yang kita capai di Rakornas ini,” lanjutnya lagi. 

Guntur Sakti
Kepala Biro Komunikasi Publik
Kementerian Pariwisata

ISTA 2018

 

Hubungi Kami

      

Asian Games 2018

     

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Madya
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved