Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pesona Lomba Desain Shelter 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 dapat dilihat di Menu Berita-->ISTA
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
Berita Utama
News : Pengembangan Pariwisata Borobudur Fokus ke Elemen 3A
11-Feb-2018 00:00

YOGYAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan harapannya terhadap kepengurusan Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB) yang baru diresmikan. Menteri berharap BOB dapat menjadikan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional dan internasional yang memiliki kekayaan potensi wisata budaya berkelanjutan.



"Borobudur dikembangkan sebagai destinasi yang memiliki kekuatan dan daya tarik yang berbasis pada potensi heritage dan sudah diakui UNESCO sebagai World Cultural Heritage. Pengembangannya nanti akan difokuskan pada elemen 3A yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas," ujar Menpar Arief Yahya.



Pria berdarah Banyuwangi itu menjelaskan, BOB bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur.



"Critical success factor-nya ada di akses. Dan itu sudah ada jawabannya, yaitu Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. NYIA akan menjawab masalah aksesibilitas udara menuju Joglosemar," jelas Arief Yahya.



Namun, Menpar Arief mengingatkan, kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini adalah single destination, multimanagement.  "Ada zona 1 yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), zona 2 dikelola BUMN, zona 3 Pemda dengan ribuan pedagang, dan zona 4 Kemenpar," katanya.



Oleh karena itu, BOB hadir dengan kawasan otoritatif dan kawasan koordinatif. Badan Otorita akan mengintegrasikan semua kekuatan atraksi Joglosemar, dan tidak akan menyentuh zona 1-2-3.


Tidak hanya itu, 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Borobudur, Dieng, Karimunjawa, dan Sangiran, nantinya akan dikelola dalam "single destination".




Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai konektivitas dari Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) akan menjadi faktor utama tercapainya 2 juta wisatawan mancanegara ke Borobudur tahun 2019. Untuk itu, Menteri Luhut berharap proyek NYIA bisa rampung sesuai target.



"Masalahnya tinggal (warga terdampak) yang belum datang ambil duitnya (pembebasan lahan NYIA) karena masalah administrasi. Ada yang diantara keluarga (terdampak) masih belum cocok. Tapi, April akan selesai semua," kata Luhut di Yogyakarta, Jumat (9/2).



Selain itu, Luhut juga meminta jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur bisa segera terhubung. Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai target dua juta wisatawan yang akan datang ke objek wisata Candi Borobudur pada 2019.



"Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) menargetkan dua juta turis. Atau USD 2 miliar penerimaan (dari kunjungan turis ke Candi Borobudur) di tahun 2019.  Atau kira-kira bisa menciptakan Rp14 triliun penerimaan untuk daerah," ujar Luhut.



Mantan Menko Polhukam ini melanjutkan, untuk mencapai target dua juta wisatawan itu, perlu sinergisitas sejumlah kementerian. Diantaranya Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.



Terpisah, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyampaikan untuk jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur akan melintasi perbukitan Menoreh. Saat ini, proses pembuatan jalan penghubung itu sudah dalam proses pengerjaan.



"Bedah Menoreh adalah jalan dari airport (NYIA) menuju Borobudur sepanjang 62 kilometer. Tahun ini kami akan membebaskan jalan yang buntu sepanjang 6 kilometer. 90 persen (jalan) sudah dikerjakan. 2019 akhir ditarget selesai," ucap Hasto. (*)

LOMBA DESAIN SHELTER

 

ISTA 2018

 

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pesona Lomba Desain Shelter 2018
Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Madya
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved