Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pesona Lomba Desain Shelter 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 dapat dilihat di Menu Berita-->ISTA
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
Berita Utama
News : Diplomasi Musik "Tak Tun Tuang", berhasil menarik Pasar Thailand dalam TITF 2018
11-Feb-2018 00:00

BANGKOK - Wonderful Indonesia tampil all out di Thai International Travel Fair (TITF) 2018. Selling menjadi fokus utamanya. Sebanyak 10 industri pariwisata serta 1 Dinas Pariwisata diboyong ke Bangkok, Thailand. TA/TO dan hotelier dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTT, Yogyakarta serta Sumatera Utara menjadi senjata pamungkasnya.

Promosi yang selama ini bertitik berat di branding dan advertising, mulai bergeser ke selling. Misi utamanya, menjaring wisman di jantung pasar pariwisata Thailand

Salah satu jurusnya yaitu penampilan Sasando dan tarian khas Indonesia dalam Thai International Travel Fair (TITF) 2018 yang betul-betul memukau. Ribuan audience yang terdiri dari kalangan bisnis dan traveller berbagai penjuru dunia dibuat terpesona. Semua langsung senyap. Semua dibuat terpukau di tengah main stage yang ada di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand, Sabtu (10/2).

Pameran pariwisata terbesar di Thailand itu memang terasa beda ketika tim kesenian Wonderful Indonesia tampil di panggung utama. Audience terlihat serius menyimak setiap sajian culture yang memesona. Nyaris tak ada yang pindah dari depan panggung. Semuanya terlihat enjoy menyaksikan atraksi tim Wonderful Indonesia. “Ini sangat keren. Musik dan tariannya spektakuler,” tutur President of Thai Travel Agents Association (TTAA) Suparerk Soorangura.

Soorangura memang tak asal bicara. Meskipun Thailand adalah “musuh profesional” Wonderful Indonesia, Negeri Gajah Putih itu terlihat sangat respek dengan tim Merah Putih. Tim tarinya banyak dipuji. Begitu juga sasandonya. “Tariannya bagus-bagus. Sasando Indonesia juga luar biasa. Ternyata lagu hits ‘Tak Tun Tuang’ juga bisa dibawakan Sasando dengan sangat baik,” tambahnya.

Djitron Pah yang mengalunkan hits ‘Tak Tun Tuang’ pun langsung banjir pujian. Audience terlihat salut dengan kepiawaian Djitron memainkan alat musik khas Rote, Nusa Tenggara Timur itu. Apalagi, lagu yang dimainkan sangat ngehits. Sangat popular. Cerminannya bisa dilihat dari kibaran topiknya yang pernah menduduki puncak trending topik nomor satu di Malaysia, Thailand, Singapura, Kamboja, Laos, Vietnam bahkan sampai ke Korea.  “Menggoda wisatawan lewat musik adalah jurus yang sangat pintar. Sukses untuk Wonderful Indonesia,” ucapnya.

Menpar Arief Yahya pun ikut sumringah. Dia mengaku happy lantaran jurus yang dikeluarkan langsung mengena di ‘jantung’ traveller Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

“Ini sekaligus mengenali ‘musuhmu’, Ingat kata-kata Sun Tzu, Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka engkau akan memenangkan persaingan! Atau dalam bahasa marketing, kenali customers mu, kenali rivalmu, maka kamu akan tampil menjadi pemenang!” ungkap Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Menpar Arief Yahya menambahkan musik itu universal. Musik yang hebat di ujung dunia, bisa dengan cepat dan mudah dinikmati oleh orang dari belahan lain. Teknologi membuat selera bermusik semakin mudah diakses dari mana saja, kapan saja, dengan berbagai devices.  Datanya pun ada. Contoh riilnya bisa dilihat dari popularitas lagu ‘Tak Tun Tuang’. Saking ngehitnsya, lagu ‘Tak Tun Tuang’ pernah dicover oleh penyanyi-penyanyi papan atas Malaysia, Singapura dan Thailand. Viewernya pun sudah menyentuh angka 23 juta.

"Kebetulan pemusik Indonesia memiliki selera yang jauh lebih maju. Kalau di Indonesia sukses, maka jika dipromosikan di level ASEAN dan Asia Pasifik, sangat mungkin juga bisa sukses," kata Arief Yahya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, ikut mengamini. Dia mengaku makin pede bisa mendulang banyak wisman Thailand usai TITF 2018.  “Jadi, misi utamanya adalah menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Lewat musik yang disuka pasar traveller mancanegara, saya yakin peluang mendulang wisman akan jauh lebih besar,” terang Pitana saat didampingi Kepala Bidang Pemasaran Wilayah Singapura dan Thailand Afrida Pelitasari.(*)

LOMBA DESAIN SHELTER

 

ISTA 2018

 

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pesona Lomba Desain Shelter 2018
Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Madya
Pengumuman Hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved