Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 dapat dilihat pada link berikut!
  • Pengumuman Seleksi CPNS Kemenpar Tahun 2018 dapat dilihat pada link berikut!
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 Pengumuman Seleksi Jabatan
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
 Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
 Calender Of Event
 ISTA 2018
 Tentang ISTA
 Pedoman ISTA
 Dokumen dan Formulir Pendaftaran ISTA
 
Berita Utama
Atraksi Swafoto Menjadi Andalan Desa Wisata Bali
17-Nop-2017 12:00

 

Jakarta, 17 November 2017 --- Atraksi wisata berupa kegiatan swafoto atau ber-selfie-ria  belangan ini menjadi tren bagi wisatawan yang berkunjung ke desa wisata di Bali. Di antaranya adalah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali Utara yang belakangan ini di kalangan traveller terkenal dengan ‘Menara Bambu Hitam’-nya sebagai lokasi swafoto yang unik dan banyak dikunjungi wisatawan.

Di lokasi Desa Wanagiri ini, tepatnya berada di wilayah Banjar Adat Bhuana Sari,  itu ada 8 objek wisata swafoto (selfie) di antaranya menara ikonik terbuat dari bambu yang dicat hitam  lebih dikenal Menara Bambu Hitam. Menara ini berdiri di pinggir jalan desa menghadap ke pemandangan alam berupa hamparan perbukitan hijau mengelilingi Danau Buyan yang berdampingan dengan  Danau Tamblingan. Di lokasi wisata berudara sejuk ini wisatawan setelah ber-selfie-ria  akan berlama-lama menikmati panorama  danau kembar tersebut.

Menurut Ketut Darma,  Pengelola dari Banjar Adat Bhuana Sari, bahan yang dipakai untuk membuat menara sebagai objek wisata swafoto tersebut  dari bambu milik masyarakat setempat yang setiap harinya dicek keamanannya oleh  tiga petugas teknisi khusus. “Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk mengunjungi Menara Bambu Hitam. Kalau sedang sepi saja, yang datang antara 30 sampai 40 orang, sedangkan  saat liburan jumlah pengunjung naik 80 persen. Sesuai kesepakatan di banjar pakraman, pengunjung dikenai Rp 15 ribu per orang dan bisa berfoto sepuasnya,” kata Ketut Darma seperti dikutip dari Balipost, baru-baru ini.

Dikatakan, menara Bambu Hitam sebetulnya bukan satu-satunya ikon selfie  yang ditawarkan Banjar Adat Bhuana Sari karena  di area sepanjang 15 meter ini  ada 4 spot foto lagi yang mendukung satu sama lain, salah satunya berupa cangkir yang bisa dimasuki satu orang dan akan ada satu spot lagi yang dibangun untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Objek wisata swafoto yang muncul di Desa Wanagiri pada tujuh tahun terakhir sejatinya berada di kawasan hutan lindung yang  dimanfaatkan oleh  masyarakat desa setempat yang sebelumnya telah mengajukan permohonan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ditjen  Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LH-HUT).   Kemen LH-HUT banyak memberikan  Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) serta Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) kepada masyarakat agar semakin banyak memanfaatkan hutan dengan kreatif di antaranya untuk kegiatan pariwisata, selain pertanian dan perkebunan,   dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus melestarikan hutannya  itu sendiri. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)
Laporan 4 Tahun Jokowi - JK

 

                Download

Pengumuman Seleksi CPNS

SAYEMBARA DESAIN

 

Hubungi Kami

      

E-Magazine

       

Selengkapnya...

Tourist Statistik

Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kementerian Pariwisata (LAKIP) Tahun 2017
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
Pengumuman Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018
Pengumuman Seleksi CPNS Kementerian Pariwisata Tahun 2018
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved