Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 > Seleksi Kompetensi Dasar )
  • Pengumuman Verifikasi Administrasi CPNS 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 > Verifikasi Administrasi )
  • Pengumuman Nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • International Year Of Sustainable Tourism For Development 2017 ( Menu : Berita > International Conference On Sustainable )
  • Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kementerian Pariwisata Tahun 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 )
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 Seleksi Penerimaan CPNS 2017
 Seleksi CPNS
 Verifikasi Administrasi
 Seleksi Kompetensi Dasar
 Seleksi Kompetensi Bidang
 International Conference On Sustainable Tourism
 
Berita Utama
Siaran Pers Menpar Arief Yahya Tawarkan Investasi Pariwisata di Forum Leaders Retreat Singapura
7-Sep-2017 15:00
Singapura, Kamis 7  September 2017---Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kenegaraan ke Singapura pada hari Rabu dan Kamis  (6-7/9). Kunjungan Presiden Jokowi dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura ini dijadwalkan akan melakukan rangkaian kegiatan antara lain; melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Singapura, menghadiri pertemuan bilateral leaders’ retreat Indonesia-Singapura di antaranya bertemu empat mata dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hseien Loong di istana, serta memberikan keynote address pada Investment Forum-Leaders’ Retreat (IFLR) dalam acara Indonesia-Singapore Investment Forum yang berlangsung di Marina  Bay  Cruise Center Singapore, Kamis (7/9).
 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam forum investasi Indonesia-Singapura tersebut untuk menyampaikan paparannya seputar kebijakanan mengembangkan kepariwisataan Indonesia.

Menpar Arief memaparkan perkembangan pariwisata Indonesia terkini yakni jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2017 mencapai 1,35 juta wisman dengan capaian ini optimis target 15 juta wisman akhir tahun 2017 akan terlampaui. “Pertumbuhan pariwisata Indonesia sangat tinggi mencapai 22,4% per tahun dan menjadi top 20 in the world,” kata Arief Yahya.

Pemerintah Indonesia dalam program pembangunan 5  tahun ke depan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional. Dari lima sektor tersebut  pariwisata ditetapkan sebagai leading sector  karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif.

“Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan. Maka seluruh Kementerian dan Lembaga mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di sepuluh destinasi yang biasa kami sebut dengan istilah ’10 Bali Baru,”  kata  Arief Yahya.

Penetepan 10 destinasi prioritas sebagai ‘Bali Baru’ (Danau Toba-Sumatera Utara; Tanjung Kelayang--Bangka Belitung; Tanjung Lesung-Banten; Kepulauan Seribu-DKI Jakarta; Candi Borobudur-Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru-JawaTimur; Mandalika-Lombok NTB; Labuan Bajo-Flores  NTT;  Wakatobi-Sulawesi Tenggara; dan Morotai-Maluku) merupakan upaya Indoenesia untuk meningkatkan kunjungan wisman yang harus naik menjadi dua kali lipat pada tahun 2014 sebanyak 104, juta wisman menjadi 20 juta wisman pada  2019.

Sepuluh destinasi prioritas sebagai ‘Bali Baru’ ini akan menjadi destinasi kelas dunia (world class) sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonsia di tingkat global yang  saat ini berada di ranking 42  dunia atau naik 8 poin. “Untuk menjadi world class destination kami akan menggunakan standar dunia terutama unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas (3A). Kalau unsur atraksi,  sudah menuju ke arah sana bahkan  kami memiliki keunggulan terutama dalam hal nature,  culture , dan manmade,” kata Arief Yahya.  

Saat ini pengembangan pariwisata Indonesia, kata Arief yahya, fokuskan pada amenitas dan aksesibilitas terutama infrastruktur bandara, penerbangan langsung, transportasi darat ke obyek wisata, maupun pelabuhan cruise dan yacth. Pemerintah Indonesia berusaha agar di tiap-tiap destinasi  di 10 destinasi prioritas tersebut  memiliki bandara internasional, dihubungkan jalan tol dan jalur kereta api, serta memiliki fasilitas pelabuhan standar internasional. “Untuk amenitas saat ini kami akan percepat dengan membangun homestay desa wisata dengan desain menonjolkan budaya masyarakat setempat, namun berstandar dunia,” kata Menpar.

Kegiatan bilateral Investment Forum-Leaders’ Retreat  ini sebelumnya didahului dengan rangkaian kegiatan ‘The 1 st Joint Working Group Meeting (JWGM) on Tourism’ yang belangsung di Jakarta pada 14 Maret 2017 yang lalu yang membahas tiga topik utama yakni; kapal pesiar, MICE, dan investasi di bidang pariwisata.

Indonesia pada JWGM) on Tourism tersebut meminta kepada operator cruise Singapura untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpangnya di 5 pelabuhan besar yaitu; Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan satu pelabuhan lain yang diusulkan yaitu Tanjung Mas Semarang sekaligus disiapkan  paket-paket wisatanya. Sementara untuk promosi bersama bidang MICE diusulkan Bintan, Batam atau Karimun, sedangkan untuk investasi ditawarkan tiga  destinasi yang diminanti investor Singapura;  apakah Danau Toba, Mandalika atau Yogyakarta.

Dalam lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata pada total realisasi investasi berada di level 2,2 persen atau Rp 51,2 triliun. Menurut data BKPM total investasi sektor pariwisata tahun 2016 sebesar Rp 15,0 triliun terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 2,2 triliun dan  Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 12,8 triliun. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)  
Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers : Status Gunung Agung Tetap, Bandara Ngurah Rai Normal
Bali Gelar Berbagai Festival Dongkrak Kunjungan Wisatawan
GWK Bali segera Menjadi Ikon Baru Dunia
Atraksi Swafoto Menjadi Andalan Desa Wisata Bali
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Seleksi CPNS Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Daftar Pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved