Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 
Berita Utama
SIARAN PERS: Dialog Wonderful Indonesia dengan Wonderful Media di Greater Bali
7-Apr-2017 08:00

BALI - Bali begitu istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. "Terakhir, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia," kata Arief Yahya.

Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya, Sebagai destinasi, Bali paling maju dan oleh Menpar Arief dijadikan ikon pariwisata Indonesia. "Karena itulah 10 destinasi prioritas pun kami sebut dengan istilan 10 Bali Baru," ungkap Arief Yahya. Karena istimewa itulah, maka Kemenpar pun memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan stakeholder Pentahelix di Pulau Dewata. Kali ini, mengundang media di Bali, main komunitas media digital, multimedia, maupun medsos untuk mendiskusikan sektor yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Mata acaranya, “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali”  yang berlangsung  di Bali Rani Hotel  Kuta, Bali, Jumat (7/4). Temanya: "Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas” Host-nya adalah Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar. Adapun narasumber yang akan tampil di forum bersama komunitas media itu adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sesmenpar), Ukus Kuswara ; Staf Ahli Direksi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Ida Bagus Abdi; Sta Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, M. Noer Sadono; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha.
 
 
Kegiatan Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali diikuti 50  jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik Bali, NTB, NTT (Forum Wartawan Great Bali) Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta serta perwakilan media asing di Bali. Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional, mengutip pendapat Menpar Arief Yahya adalah kolaborasi pentahelix. Lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. “Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.
 
Program pemerintah dalam pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional. Dari lima sektor tersebut pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif. Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%;  serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata.
 
 
 
Pertumbuhan pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mennargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019.  Tahun 2019, pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia. Untuk mencapai target pariwisata 2019,  Kemenpar menerapkan kebijakan dan program prioritas yang dilaksanakan tahun ini yakni;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara sebagai top 3 program,” kata Ukus Kuswara seraya mengatakan, top 3 program ini sebagaimana harapan Menteri Pariwisata perlu disosialisasikan kepada seluruh elemen pariwisata diantaranya  kalangan media yang hari ini dilaksanakan dalam kegiatan workshop dengan peserta para jurnalis Great Bali.(*)
Tourist Statistik

Fokus Berita
NARASI TUNGGAL: Pemerintah Optimistis Kembalikan Kejayaan Maritim Indonesia
NARASI TUNGGAL : BBM Satu Harga: Wujud Nyata Pemerataan Energi di Indonesia
NARASI TUNGGAL: Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2017 untuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018
"NARASI TUNGGAL" BKPM Realisasi Investasi Triwulan I 2017 Tumbuh 13,2%
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved