Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 > Seleksi Kompetensi Dasar )
  • Pengumuman Verifikasi Administrasi CPNS 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 > Verifikasi Administrasi )
  • Pengumuman Nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • International Year Of Sustainable Tourism For Development 2017 ( Menu : Berita > International Conference On Sustainable )
  • Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kementerian Pariwisata Tahun 2017 ( Menu : Berita > Seleksi Penerimaan CPNS 2017 )
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 Seleksi Penerimaan CPNS 2017
 Seleksi CPNS
 Verifikasi Administrasi
 Seleksi Kompetensi Dasar
 International Conference On Sustainable Tourism
 
Berita Utama
Siaran Pers: Rakornas Kepariwisataan Triwulan I 2017 Sinergikan Konektivitas Indonesia
30-Mar-2017 08:00

Rakornas Kepariwisataan Triwulan I 2017 Sinergikan Konektivitas Indonesia 

 
JAKARTA - Menpar Arief Yahya tidak mau kecolongan di semester awal tahun 2017 ini. Karena itu, fokus utama dari top 3 program kerja Kemenpar pun dijadikan tema besar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I, triwulan 1 tahun 2017, yang bakal dilangsungkan 30-31 Maret di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta. Apalagi kalau bukan konektivitas! 
 
 
Tema besarnya “Indonesia Incorporated: for Better Tourism Connectivity." Menteri Arief menyadari 1000%, bahwa critical success factor untuk mengejar target tahun 2017, dengan 15 juta wisman itu ada di air connectivity. "Seats capacity kita masih minus 4 juta tahun ini. Karena itu, jika faktor kritis ini tidak dibereskan tahun ini juga, mustahil kita capai target itu," jelas Menpar Arief Yahya di Jakarta. 
 
 
Sementara, connectivity itu bukan tidak bisa ditangani sendiri oleh Kemenpar. Karena itu, perlu sinergi antarkementerian dan lembaga, agar program 20 juta 2019 yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo bisa tercapai dengan mulus. "Kita perlu sinergi 3A, Airport, Airline, Authority dalam hal ini Kemenhub. Beruntung, dengan ketiganya kami bisa duduk bareng mencari solusi bersama," kata Menteri Arief.
 
Rakornas akan dibuka sekaligus sebagai keynote speech oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Di Rakornas nanti, bukan hanya koneksitas udara, tetapi juga darat dan laut.  
 
 
Menko Maritim Luhut B.Panjaitan menegaskan pariwisata ditetapkan sebagai leading sector, karena itu  pembangunan infrastruktur diprioritaskan untuk mendukung percepatan pembangunan destinasi pariwisata terutama 10 destinasi prioritas yang akan menjadi daya tarik baru dalam meningkatkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  pada 2019.
 
Pemerintah dalam program pembangunan 5  tahun ke depan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional. 
 
Dari lima sektor tersebut  pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif.
 
Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%;  serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. Pertumbuhan positif pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. 
 
Presiden Joko Widodo mentargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019. Tahun 2019, pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata  sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.
 
Menpar Arief Yahya mengatakan, konektivitas udara  menjadi salah satu kelemahan pariwisata Indonesia. Untuk memenangkan  persaingan global kelemahan ini  harus segera diperbaiki dan ditingkakan kualitasnya karena sekitar 90% kedatangan wisman ke Indonesia via udara. 
 
 
“Tersedianya seat yang memadai untuk mendukung target 15 juta wisman tahun ini dan akan meningkat menjadi 20 juta pada 2019 merupakan persoalan yang harus segera dipecahkan dengan melibatkan semua elemen (pentahelix) pariwisata,” kata Arief Yahya.
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, pariwisata ditetapkan menjadi core business Indonesia karena memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komperatif  di antaranya  unggul dalam menghasilkan devisa serta penciptaan lapangan kerja.  Keunggulan komperatif pariwisata Indonesia, menurut Arief Yahya, adalah terbaik di kawasan regional bahkan melampaui ASEAN. 
 
“Pesaing utama pariwisata Indonesia adalah Thailand, sedangkan negara ASEAN lainnya mudah dikalahkan. Ini terlihat dari country branding Wonderful Indonesia yang semula tidak masuk ranking branding dunia,  sekarang berada di ranking 47 mengalahkan Truly Asia Malaysia berada di posisi 97  dan Amazing Thailand diposisi 83 sekaligus  sehingga  positioning dan differentiating Indonesia di tingkat dunia,” kata Arief Yahya.
 
Keunggulan komperatif lainnya, pariwisata Indonesia mudah menjadi destinasi utama dunia sekaligus  tourism hub, sedangkan untuk menjadi trade dan investment hub akan terlalu sulit bagi Indonesia untuk mengalahkan Singapura. “Dengan  menjadi tourism hub  akan  menciptakan people-to-people relationship  yang kemudian diikuti tumbuh pesat  trade dan investment “ kata Arief Yahya.   
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai core business negara, maka alokasi sumber daya  terutama anggaran harus diprioritaskan termasuk anggaran untuk membangun infrastruktur di destinasi pariwisata yang ada di kementerian/lembaga terkait. 
 
“Komitmen kementerian/lembaga terkait dalam mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas (Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Candi Borobudur; Bromo Tengger Semeru; Mandalika; Labuan Bajo; Wakatobi; dan Morotai)  dan 14 destinasi unggulan kita jadikan sebagai topik bahasan dalam Rakornas Pariwisata I-2017,” kata Menpar Arief Yahya.
 
Dalam diskusi panel/workshop tersebut sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain; Menhub Budi Karya Sumadi, MenPU-Pera  Mochamad Basoeki hadimoeljono, dan MenBUMN Rini Soemarno mepaparankan program  dukungan dan komitmen dalam membangun konektivitas udara, laut, dan darat pada 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan.
 
Rangkaian kegiatan Rakornas Pariwisata I-2017 antara lain diisi dengan diskusi/workshop seputar upaya meningkatkan konektivitas udara, laut dan darat berserta permasalahan dan solusinya dengan menghadirkan nara sumber sebagai panelis dari intansi terkait, pelaku bisnis, serta otoritas bandara, pelabuhan, maupun perkeretaapian.  
 
Diskusi untuk meningkatkan konektivitas udara; dibahas sejumlah topik menarik antara lain;  upaya meningkatkan kapasitas bandara; upaya menambah airlines seat capacity dan program stimulus; serta kecukupan air service agreement & kecepatan ijin pembukaan rute baru dengan menghadirikan para panelis  antara lain; Dirjen Hubud KemenHUB, CEO AP1, CEO AP2, CEO Airnav Indonesia, CEO Garuda Indonesia, CEO Lion Air Group, CEO Air Asia Indonesia, dan CEO Sriwijaya Air.
 
Sementara itu diskusi upaya meningkatkan konektivitas jalan darat; membahas sejumlah topik menarik antara lain; upaya percepatan pembangunan akses jalan raya dan tol; upaya peningkatan akses melalui reaktivasi dan pengembangan jalur KA; serta pembagian peran pusat dan daerah dengan menghadirkan para panelis antara lain; Dirjen Hubdar, Dirjen Perkeretaapian, Dirjen Bina Marga, Kepala BPIW, Kepala BPJT, Dirut Jasa Marga, dan Dirut Waskita Karya, dan Dirut PT KAI. 
 
Diskusi upaya peningkatan konektivitas laut membahas sejumlah topik menarik antara lain; pembagian peran/otoritas Pelni, ASDP, Pelindo, dan Pemda; upaya percepatan pembangunan dermaga/marina, serta upaya menambah rute dan kapasitas angkut kapal wisata dengan menghadirkan para panelis antara lain; Dirjen Hubla, Dirut PELNI, Dirut ASDP, Dirut Pelindo I, Dirut Pelido II, Dirut Pelindo III, Dirut Pelindo IV.
 
Rakornas Pariwisata I-2017 diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari; menko dan menteri; panelis diskusi/workshop (dirjen, CEO, dan Kepala lembaga); kepala daerah (Pemprop/kota/kabupaten) 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan; SKPD Kepala Daerah terkait;.Kadispar Prop/ Kota/ Kabupaten; pejabat Internal Kemenpar (Ess.1 sd 4 , stafsus, advisor, Tim Percepatan,  dan Tenaga Ahli Kemenpar);  asosiasi industri pariwisata;  akademisi, komunitas, VITO (Visit Indonesia Tourism Office), dan  media. (*)
Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers Pemerintah Tawarkan Proyek Pariwisata Senilai Rp 39 Triliun
Siaran Pers Deputi BP3M Kemenpar Gelar Diskusi Bulanan dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar)
Siaran Pers Fun Bike & Launching Tour de Singkarak 2017 The Biggest Sport Tourism
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Seleksi CPNS Kementerian Pariwisata Tahun 2017
Daftar Pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved