Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers: Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi
29-Mar-2017 09:00

Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi

 
Jakarta, 29 Maret 2017----Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka sekaligus memberi sambutan pada acara Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu (29/3). Kegiatan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 yang mengangkat tema “From Food to Root – The Rise of Gastronomi Tourism” diselenggarakan Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) bekerjasama dengan Kemenpar ini dijadikan sebagai forum diskusi dan saling berbagi pengalaman dalam rangka membangun landasan penting gastronomi Indonesia terkait dengan pariwisata, sedangkan Promosi Kuliner Wakatobi sebagai upaya mempromosikan destinasi Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara  10 destinasi prioritas yang dikembangkan sebagai “Bali Baru”.
 
 
Menpar Arief Yahya menyambut baik diselenggarakan kegiatan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi  dalam memajukan wisata kuliner Indonesia yang dalam fortopolio bisnis pariwisata nasional memiliki porsi yang besar  untuk menarik wisatawan. “Potensi budaya (culture) sebesar 60%, dikembangkan sebagai wisata belanja dan wisata kuliner (culinery and shopping tourims) sebesar 45% atau porsinya paling besar,” kata Menpar Arief Yahya.
 
Potensi budaya (culture) mempunyai porsi  paling besar yakni 60%, alam (nature) 35%, dan manmade 5%. Potensi culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah (heritage  and pilgrim tourism) 20%; wisata belanja dan kuliner (culinery and shopping tourims) 45%;  dan wisata kota dan desa (city and vilage tourism) 35%. Potensi alam  (nature)  dikembangkan berupa produk wisata bahari (marine tourism) 35%; wisata ekologi (eco tourism) 45%;  dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%, sedangkan manmade  dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism) 25%;  wisata olahraga (sport tourism) 60%; dan obyek wisata yang terintergrasi (integrated area tourism) 15%. 
 
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, gastronomi mempunyai peran penting dalam industri pariwisata karena sebagian besar pengeluaran wisatawan untuk kuliner atau  makanan dan minuman, selain komponen  tiket pesawat, menginap di hotel, dan belanja souvernir.  Selain itu kuliner  juga menjadi daya tarik kuat untuk mendatangkan wisatawan. “Misalnya, event festival kuliner menjadi andalan Batam untuk menarik wisatawan cross-border dari Singapura dan Malaysia,” kata Menpar Arief Yahya.
 
Ketua AGI, Vita Datau Mesakh mengatakan, gastronomi adalah segala ilmu berkaitan dengan seni kuliner – makanan; yang sangat terkait erat dengan area atau tempat, identitas, dan budaya. “Kini dapat melihat gastronomi melalui sudut pandang foodscape (food &landscape). Dengan sudut pandang ini, kita mendapatkan gambaran sosial, budaya, politik, ekonomi atau sejarah yang terlihat melalui makanan,” kata  Vita Datau Mesakh.
 
 
Menurut Vita Datau Mesakh, belakangan ini  ada peningkatan minat manusia untuk mengunjungi bermacam-macam tempat di berbagai belahan dunia serta keinginan untuk mempromosikan sebuah area dan identitas makanannya untuk kebutuhan komersial dan pariwisata.  “Upaya untuk menjual dan mempromosikan segala aspek makanan di sebuah area memerlukan kreativitas antara lain dalam pengembangan produk, proses dan pemasaran terutama kreativitas dalam menciptakan pengalaman bersama makanan. Dalam konteks ini, bidang pariwisata utamanya wisata gastronomi  merupakan pemicu  kendaraan dan outlet yang sangat baik,” katanya.
Dalam laporan UNWTO (Global Report Vol 4, in Food Tourism, 2012) disebukan bahwa  87% hasil survey  terhadap negara anggota sebagai koresponden menyatakan gastronomi sangat penting dalam mengembangkan industri pariwisata, sedangkan menurut  penelitian Getz at al. (2013) mengindikasikan bahwa 40% wisatawan mancanegara (wisman)  termotivasi oleh makanan dan gastronomi dalam memilih tujuan wisata. Di Denmark, sebuah restoran, Noma, berkontribusi pada peningkatan ekonomi wisata Kopenhagen sebesar 11% (Grant Thornton,2014).
 
Promosi dan Lomba Kuliner Wakatobi
Wakatobi dikenal bukan saja karena daya tarik wisata baharinya, tapi juga kuliner belakangan ini mulai banyak dieksplorasi para traveller. Mereka mulai mengenal  sajian kuliner seperti; Kasoami (kukusan singkong sebagai makanan pokok dan sumber kabohidrat), Kukure (landak laut dikukus tanpa bumbu jadi protein hewani). Cara  mengolahnya;  seluruh isi atau daging landak laut dikumpulkan dalam cangkang yang telah dibersihkan kemudian dikukus ataupun dibakar dengan api kecil atapun Kosea No-kaudafa atau sayur daun kelor, sambal dabu-dabu, dan kentanidole alias nugget ikan. Promosi melalui kuliner ini diharapkan membantu Wakatobi lebih dikenal wisatawan di dalam  negeri dan luar negeri.
 
Kegiatan promosi kuliner Wakatobi dimeriahkan dengan perlombaan memasak yang diikuti peserta siswa SMK  Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di Jakarta untuk memperebutkan juara1,2,dan3 serta  dinilai para juri dari kalangan chef terkenal antara lain; Marco Lim, Eddrian Tjhia, dan Sisca Soewitomo maupun tim AGI. Sejumlah menu yang dilombakan antara lain; Sup IkanParende, Kasoam, dan Karasi. (*)
Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers: Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan Penutup puncak perayaan kemerdekaan ke-72
"Siaran Pers" Menpar Arief Yahya Membuka Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF)
Narasi Tunggal : INDONESIA DEVELOPMENT FORUM: MEMERANGI KETIMPANGAN UNTUK PERTUMBUHAN YANG LEBIH BAIK
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Selengkapnya...
Pengumuman
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved