Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017 ( Menu : Berita > ISTA )
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 ISTA
 
Berita Utama
Siaran Pers: Menpar Arief Yahya Bakal Launching Semarang Great Sale 2017
14-Mar-2017 14:00

Siaran Pers: Menpar Arief Yahya Bakal Launching Semarang Great Sale 2017

 
JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Walikota Semarang Handrar Prihadi, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri bakal me-Launching Semarang Great Sale 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa malam (14/3). Event tahunan berupa gebyar pesta diskon ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dari 9 April hingga 7 Mei 2017 mendatang.
 
 
Semarang Great Sale  (Semargres) ini diinisiasi oleh Kadin Kota Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini sebagai upaya mendongkrak aktivitas ekonomi dan bisnis yang berdampak langsung pada meningkatkan kunjungan wisatawan ke  Jawa Tengah (Jateng) sekaligus dalam  rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang.
Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Semarang Great Sale 2017  yang memasuki tahun ke-7 dengan target transaksi dan jumlah wisatawan yang terus meningkat. “Event Semarang Great Sale sebagai daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Wisata ini dalam  fortopolio bisnis pariwisata memiliki porsi besar  untuk menarik wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.  
Mantan Dirut PT Telkom ini menjelaskan, dalam fortopolio bisnis pariwisata pengembangan potensi budaya (culture) mempunyai porsi paling besar 60%, sedangkan untuk alam (nature) 35% dan manmade 5%. Dari culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah 20%; wisata belanja dan kuliner  45%; dan wisata kota dan desa  35%. Sementara itu nature  dikembangkan dengan produk wisata bahari (marine tourism) 35%; wisata ekologi (eco tourism) 45%; dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%, sedangkan manmade  dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism) 25%; wisata olahraga (sport tourism) 60%; dan obyek wisata yang terintergrasi (integrated area tourism) 15%. 
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan penyelenggaraan event dan festival budaya sangat efektif untuk mempromosikan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan untuk wisata belanja dan kuliner,  “Kota Semarang menjadi pintu masuk (entry gate) untuk destinasi Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang), sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar. Pengembangan kawasan Borobudur dan sekitarnya (Joglosemar) pengelolaannya menggunakan single manajemen,” kata Arief Yahya.
Walikota Semarang Handrar Prihadi mengatakan promosi pariwisata Kota Semarang digencarkan melalui gelaran even dan festival budaya yang diselenggarakan setiap tahun seperti Warak Ngendok sebagai  even tahunan yang diadakan sebagai tanda akan datangnya bulan puasa Ramadhan;  Pasar Imlek Sewawis menyambut hari raya Imlek, Festival Durian di kawasan Waduk Jatibarang, Semarang Night Carnaval, dan Semargres. “Semargres menjadi magnet bagi asosiasi usaha, instansi, pedagang, pengusaha, UMKM untuk berlomba-lomba mengikuti bulan diskon dan menjadi ajang mempromosikan  produk mereka,” kata Handrat Prihadi.
Asosiasi yang ikut serta dalam Semargres antar lain  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Asosiasi Pengusaha Pandanaran Semarang (APPS), Airline Operating Committee (AOC), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mall, kalangan pedagang pasar (Pasar Bulu, Pasar Mijen, Pasar Surtikanti, Pasar Pedurungan, Pasar Peterongan, Pasar Gunungpati, Pasar Jatingaleh, Pasar Mangkang), dan pedagang kali lima (PKL).  Sementara itu untuk mensukseskan event ini pihak panitia menggelar acara pendukung antara lain; Semargres Run Colour Party dengan sasaran anak muda dan pelajar yang diharapkan mampu membuat viral di media social.
 
 
Menurut Ketua Semagres Mei Kristanti,  target transaksi Semargres 2017 sebesar Rp 200-300 miliar diikuti sebanyak 1.250 peserta atau naik signifikan dibanding tahun 2016 sebanyak 1.130 peserta dengan target transaksi sebesar Rp 110 miliar. “Untuk jumlah kupon undian dengan hadiah utama sebuah mobil, tahun ini kita mentargetkan sebanyak 4 juta kupon, sedangkan tahun lalu sebanyak 2,2 juta sehingga akan lebih menarik bagi masyarakat penikmat pesta diskon Semargres 2017,” kata Wijaya Dahlan Sekretaris Semargres. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)                        
[07:55, 3/16/2017] Mba Paulin: revisi rilis : Siaran Pers
Kemenpar Gelar Rakor Sertifikasi Usaha Pariwisata
 
JAKARTA - Sertifikasi usaha pariwisata menjadi semakin mendesak terutama bagi pelaku bisnis yang bergerak di sektor yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai core economy bangsa ini. "Kita harus mengkalibrasi dengan standar mutu internasional. Jika ingin menjadi global player, kita juga harus berani menggunakan global standart," sebut Menpar Arief Yahya di Jakarta. 
Karena itu, Kamis 16 Maret 2017, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sertifikasi Usaha Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar. Rakor dibuka sekaligus sebagai keynote speaker adalah  Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman. Dia akan mempresentasikan “Arah dan Kebijakan Pembangunan Industri Pariwisata “.
 
Deputi Dadang Rizki mengatakan, sertifikasi usaha pariwisata sangat dibutuhkan untuk  pengembangan kegiatan kepariwisataan nasional dalam menghadapi persaingan globalisasi dan liberalisasi sektor jasa baik di tingkat regional dan internasional. “Sertifikasi Usaha Pariwisata merupakan amanat Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dimana pada Pasal 16 dijelaskan bahwa Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha dan pekerja pariwisata untuk mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan, dan pengelolaan kepariwisataan,” kata Dadang Rizki Ratman.
Sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan tersebut dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan  Sertifikasi Usaha Pariwisata yang dalam  Pasal 19 disebutkan bahwa Sertifikasi Usaha Pariwisata dilakukan oleh Lembaga Mandiri yang berkedudukan di Wilayah Indonesia. Dalam PP ini diamanatkan bahwa setiap Pengusaha Pariwisata berkewajiban menerapkan Standar Usaha Pariwisata dalam menjalankan usaha pariwisata. Dukungan dan kesepahaman stakeholder dalam implementasi kebijakan-kebijakan terkait standardisasi sangat mempengaruhi keberhasilan percepatan Sertifikat Usaha Pariwisata.
 
“Saat ini Kemenpar telah menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata tentang Standar Usaha sebanyak 40 Standar Usaha dari 62 Usaha Pariwisata,” kata Dadang Rizki Ratman seraya mengatakan dalam Peraturan Menteri (PM) No 1 Tahun 2016 juga diatur tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata.
Melalui Rakor kali ini, menurut Dadang Rizki Ratman, diharapkan ada kesepahaman dan dukungan dari Dinas Pariwisata masing-masing daerah di seluruh Indonesia dalam mengimplementasi kebijakan Pemerintah terutama mengenai Sertifikasi Usaha Pariwisata. “Dukungan dan kesepahaman stakeholder terkait dalam implementasi kebijakan standardisasi sangat mempengaruhi keberhasilan percepatan Sertifikat Usaha Pariwisata,” kata Dadang Rizki Ratman.
 
Rakor Sertifikasi Usaha Pariwisata menghadirkan sejumlah nara sumber antara lain; I Gusti Putu Laksaguna  (Sekretaris Komisi Otorisasi Usaha Pariwisata) memaparkan tema “Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata Melalui Sertifikasi Usaha Pariwisata”; Agus Priyono (Asisten Deputi Industri Pariwisata) mempresentasikan tema “Pendaftaran Usaha Pariwisata dalam rangka Menjamin Kepastian Hukum bagi Pengusaha Pariwisata”; Donny Purnomo (Direktur Komite Akreditasi Nasional) menyampaikan  tema “Peningkatan Mutu Pariwisata Indonesia melalui Akreditasi Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata”; dan Widodo Sigit Pujianto (Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri) yang memaparkan tema “Implementasi Kebijakan Pendaftaran Usaha Pariwisata dari Perspektif UU Tahun 2017 tentang Pemerintah Daerah”.
 
 
Kegiatan Rakor diikuti Kepala Dinas Pariwisata Provinsi/Kabupaten/Kota  se-Indonesia di 10 Destinasi Prioritas (Bromo Tengger Semeru, Tanjung Kelayang, Pulau Morotai, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Tanjung Lesung, Wakatobi, Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur), para pejabat dari Kementerian/Lembaga terkait   (Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Ketenagakerjaan, Kepala/Pimpinan Badan Standardisasi Nasional, Direktur Akreditasi Lembaga Sertifikasi KAN, Ketua Badan Koordinasi dan Penanaman Modal, Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PTSP; Jakarta, Batam dan Bali), serta   52 Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, Asosiasi terkait dan assesor pariwisata. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)
Tourist Statistik

Fokus Berita
Narasi Tunggal : LELE BIOFLOK, SOLUSI PENUHI KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT
Narasi Tunggal: Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional
Siaran Pers : Kemenpar Genjot Sport Tourism Lewat Event Ironman 70.3 di Bintan
Narasi Tunggal: Koperasi jadi Institusi Ekonomi Rakyat Di Masa Depan
Narasi Tunggal: HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2017
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) - 2017
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved