Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 
Berita Utama
NARASI TUNGGAL: Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan
6-Mar-2017 08:00

Jakarta. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima penyerahan 15 Produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016 yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Drs. Sutrimo, M.M., M.Si.

Sebanyak 15 Produk FA yang diserahterimakan tersebut merupakan produk prototipe terseleksi hasil penelitian pengembangan menjadi produk yang siap untuk diproduksi secara massal oleh 13 perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

Kegiatan Program Bangtekindhan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan, yang merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan industri pertahanan dalam negeri dengan didukung sumber anggaran Rupiah murni.

Penyusunan Program Bangtekindhan dilakukan dan dikoordinasikan secara terpadu oleh Kemhan melalui Ditjen Pothan Kemhan bekerjasama dengan Mabes TNI dan Angkatan. Program tersebut diarahkan kepada penguasaan teknologi guna menjamin kelangsungan penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) serta kemajuan dan kemandirian industri pertahanan.

Pada tahun 2016, Program Bangtekindhan ini dilaksanakan untuk pertama kalinya dan merupakan program yang sangat mendasar dalam memulai upaya mewujudkan kemandirian Alutsista TNI. Untuk itu, TNI sebagai pengguna diharapkan dapat memanfaatkan produk ini untuk mendukung pembangunan kekuatan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan rasa bangganya bahwa karya putra putri bangsa Indonesia mendapat kesempatan dan mampu untuk turut mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara. “Kemampuan industri pertahanan yang ada ini perlu kita hargai, didukung dan diberdayakan untuk membangun kekuatan dan kemampuan TNI secara mandiri”, ungkap Menhan.

Ke 15 Produk FA tersebut siap diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri dan telah lulus uji coba oleh pengguna serta mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan. 15 produk Bangtekindhan tersebut juga telah memenuhi tuntutan Operational Requirement (Opsreq) TNI dan siap untuk diproduksi secara massal.

Ke 15 Produk FA tersebut terdiri dari lima produk Matra Darat, enam produk Matra Laut dan empat produk Matra Udara, meliputi;

Produk Matra Darat :

1.    FA Baterai Tank BMP-3F dari PT. Garda Persada

2.    FA Simulator Meriam 57 mm dari PT. Elektroteknika Utama ITB

3.    FA Mesin Hitung Mortir 81 mm dari PT. Kinarya Acitya

4.    FA Senjata Dooper & Amunisi dari PT. Pindad

5.    FA Posko Dahanud Mobile dari PT. Elektroteknika Utama ITB 

Produk Matra Laut :

1.    FA Kapal Selam Tanpa Awak dari PT. Robo Marine Indonesia

2.    FA Identification Frend or Foe dari PT. Len Industri

3.    FA Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT. Pindad

4.    FA Electronic Support Measure (ESM) dari PT. Infra RCS Indonesia

5.    FA Swamp Boat dari PT. Mega Perkasa Engineering

6.    FA Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembakan dari PT. Enindo Mitratama,

Produk Matra Udara :

1.    FA Target Drone dari PT. Indo Pacific Communication and Defence

2.    FA Bateray Pesawat C-130 dari PT. Garda Persada

3.    FA WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT. Info Global Teknologi

4.    FA Ground to Air Radio dari PT. CMI Teknologi

  

 

Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers: Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi
Siaran Pers: The 1st Joint Working Group Meeting on Tourism Indonesia-Singapura
NARASI TUNGGAL: 5 Pilar Kurangi Penyakit Berbasis Lingkungan
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved