Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 
Berita Utama
Siaran Pers : Soft Launching Desa Wisata Kreatif Terong
17-Des-2016 18:00

Belitung, 17 Desember 2016 --- Satu hal yang sangat membanggakan buat masyarakat Pulau Belitung dalam pembangunan   sektor pariwisata telah mencatatkan sejarah baru. Sabtu,17 Desember 2016 menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Desa Terong dan Pulau Belitung pada umumnya. Pada tanggal tersebut telah lahir desa wisata pertama di Belitung ditandai dengan Soft Launching ( Peluncuran Awal ) Desa Wisata “ Kreatif “ Terong di kawasan wisata Aik Rusa’ Berehun ( ARB ) desa Terong. Lahirnya desa wisata ini tak lepas dari peran aktif masyarakat dan mentoring dari LWG DMO Kabupaten Belitung. Soft Launching ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, yang disaksikan oleh Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pengembangan Masyarakat KEMENPAR RI Ibu Oneng Setya Harini, Kepala Disparekraft Belitung Ir. Hermanto, Camat Sijuk Abdul Hadi, Camat Tanjungpandan  Fitrorozi, Kades dan BPD Terong , Kades Keciput, Kapolsek Sijuk , Kades Tanjung Tinggi , dan sejumlah tamu undangan lainnya .

Ibu Oneng Setya Harini memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola dan seluruh masyarakat Desa Terong telah berhasil menciptakan satu pengembangan destinasi pariwisata berbasis masyarakat sebab Belitung secara nasional telah ditetapkan menjadi 10 Destinasi prioritas Nasional, jadi ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Tanjung Kelayang khususnya dan Belitung pada umumnya untuk bagaimana bisa menangkap peluang ini, termasuk bagi seluruh stake holder ( Pemangku Kepentingan ) pariwisata di Belitung. “ Dari 10 Destinasi yang ada, saya lihat Belitung masih yang paling bagus diantara sembilan destinasi yang lain , “ ujar Ibu Oneng dalam acara soft launching. Menurut Ibu Oneng adalah satu bukti bahwa masyarakat sudah bekerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintahan daerah, dan seluruh stake holder pariwisata terutama dengan media lokal. Sebab, menurut Ibu Oneng, memang dalam membangun pariwisata media mempunyai peran yang sangat penting. Ibu Oneng juga menekankan, masyarakat punya peran yang sangat penting dalam pembangunan pariwisata. Apalagi Belitung juga telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Pariwisata. Untuk itu, diharapkan bersama-sama berkembangnya KEK pariwisata, masyarakat juga bisa lebih cepat .

Ibu Oneng mengaku ini merupakan sebuah tantangan bagi pihaknya ( KEMENPAR RI ) dan pihaknya sudah masuk Tata Kelola Destinasi yaitu bagaimana mangarahkan pengembangan destinasi melalui program DMO ( Destination Management Organization-Tata Kelola Destinasi ). “ Saya kira ini adalah hasil yang membanggakan bagi kami , Karena DMO masuk ke Belitung baru 1,5 tahun ,” ungkapnya. Dikatakan Ibu Oneng konsep desa wisata adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan tagline , “ Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan.”Menurutnya potensi yang ada di Desa Terong sudah luar biasa. Hanya saja harus ditingkatkan lagi kemasan-kemasannya untuk bisa menjual Desa Wisata. “Semoga dengan hadirnya Desa Wisata “Kreatif“ Terong bisa memberikan contoh dan motivasi desa yang lain untuk mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat . Desa wisata maju karena masyarakat dan penggeraknya ,“ tukasnya .

Bupati Belitung, Sahani Saleh dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas terbentuknya Desa Wisata yang merupakan sinergisitas dari masyarakat dan pemerintah bagi daerah maupun pusat. Lebih lanjut Bupati menjelaskan pemerintah daerah Belitug sudah mencanangkan kebijakan setiap desa memiliki satu destinasi pariwisata, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya. Tujuannya agar pariwista bukan dikuasai oleh para investor atau para kapitalis tapi harus dikuasai oleh dan dikelola oleh rakyat. “Alhamdulillah sekarang beberapa desa sudah memiliki destinasi. Kita sebenarnya memiliki banyak potensi, sehingga tinggal bagaimana mengelolanya. Saya berharap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini menjadi lebih kreatif kedepannya,” kata Pak Sanem. Selanjutnya Kepala Disparekraf Kab.Belitung Ir. Hermanto mengatakan bahwa munculnya Desa Wisata “Kreatif” Terong ini tak lepas dari peran penguatan kapasitas masyarakat yang dilakukan oleh Disparekraf Belitung bekerjasama dengan LWG DMO Belitung melalui pendampingan langsung di masyarakat. Adanya desa wisata ini dapat menambah stop point atau destinasi baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Kedepannya melalui kelembagaan desa wisata ini akan memunculkan kreatifitas-kreatifitas masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dalam berbagai bidang seperti  pengembangan kerajinan dan kuliner serta penggalian dan menjaga kearifan lokal masyarakat desa.

Camat Sijuk Abdul Hadi juga mengatakan munculnya Desa Wisata “Kreatif” Terong ini merupakan bagian dari hasil pendampingan pemerintah Kecamatan Sijuk dan LWG DMO Belitung dalam pengembangan dan penguatan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Hal ini juga tidak terlepas dari penggunaan anggaran dana desa yang sesuai dan tepat sasaran lewat perencanaan yang benar-benar berasal dari usulan masyarakat. Ketua Desa Wisata “Kreatif” Desa Terong Zubir, juga mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong masyarakat lokal khususnya Desa Terong menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “ Mudah-mudahan jadi awal yang baik bagi masyarakat Desa Terong untuk berbuat lebih banyak menjadi pelaku sekaligus pemilik pariwisata di Belitung,” pungkasnya. Zubir menjelaskan, arti branding “Kreatif” yang ditambahkan untuk Desa Wisata Terong dikarenakan secara kesuluruhan terbentuknya desa wisata Terong ini merupakan hasil kerja keras masyarakat yang terdiri dari empat komunitas masyarakat Desa Terong yang sangat aktif berkreasi untuk menggali mengembangkan potensi menjadi sebuah produk wisata yang unik dan menarik.

Empat komunitas tersebut yaitu, pertama Kelompok Bukit Tebalu Simpor Laki (BTSL) dengan produk wisata alam perbukitan, hiking dan bumi perkemahan yang terdiri dari 4 bukit dengan jejeran batu granit. Yang kedua, kelompok Aik Rusa’ Berehun (ARB), yang memanfaatkan eks tambang timah, dengan produk kuliner lokal. Ketiga kelompok tani agrowisata perkebunan sayur dengan produk wisata edukatif untuk pelajar maupun umum dengan wisata minat khusus. Lantas keempat, kelompok Pemuda Nelayan Pecinta Alam Terong (PNPAT) yang memanfaatkan hutan mengrove dan pantai yang landai dan sangat luas.“ Paket wisata unik lain yang ditawarkan, nyungkor, nyumek, ngeremis, mancing bejaor, nyulo, mukat, memanen sayuran, dan belajar nganyam,” terangnya. Secara umum paket-paket wisata yang ditawarkan adalah bagian dari kegiatan keseharian masyarakat yang dikemas sedemikian rupa agar para wisatawan dapat menikmatinya dengan suasana yang menyenangkan dan mengandung unsur edukatif.

Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers: Menpar Arief Yahya Resmikan Air Mancur Taman Sri Baduga Purwakarta
NARASI TUNGGAL : Financial Closing Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah dan Launching PPP Book 2017
Narasi Tunggal : Siap Mengorbit, Satelit Telkom 3S Perkuat Posisi Dan Kedaulatan Indonesia di Tingkat Internasional
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved