Galeri | Link Informasi | Hubungi Kami | Forum | Peta Situs Indonesia | English       
Pencarian :      
 
  • Student Video Essays Contest (menu : Berita > Pengumuman )
  • Pengumuman Usulan Dana Alokasi Khusus Subbidang Pariwisata Tahun Anggaran 2016
 
 Berita Utama
 Pengumuman
 Agenda
 Kegiatan Pembangunan
 Publikasi
 Kegiatan Pertemuan
 Info Peluang
 Pengadaan Barang/Jasa
 Rencana Umum Pengadaan (RUP)
 Pidato
 CEO Message
 
Pidato
Pidato Menparekraf Menjadi Inspektur Upacara untuk Acara Kremasi Alm Bpk Joop Ave
10-Feb-2014 00:00

Yth

Bapak Menteri ESDM Bapak Jero Wacik dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua atau yang mewakili

Bapak Gubernur Bali, Bapak Panglima KODAM Udayana dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota

Tokoh Masyarakat, Pimpinan Asosiasi Kepariwisataan, Keluarga Besar Alm Joop Ave, dan para hadirin 

Om Swasti Astu, ASW dan Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Pertama-tama kami ingin menyampaikan belasungkawa dari Bapak Presiden dan Ibu Negara kepada keluarga besar Alm Bapak Joop Ave.  Atas nama pemerintah kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, TNI/POLRI dan masyarakat yang telah mempersiapkan dan melaksanakan upacara penghormatan terakhir kepada almarhum. 

Bapak Joop Ave telah dipanggil Tuhan YME pada tanggal 5 Februari 2014 pada usia 79 tahun.   Indonesia kehilangan seorang tokoh yang telah menjadi panutan untuk bidang protokoler Negara, promosi Indonesia dan pembangunan pariwisata. 

Selama 20 tahun beliau menangani protokol Negara, baik sebagai Kepala Istana  Kepresidenan maupun sebagai Dirjen Protokol, beliau telah menciptakan standard  protokol Negara.  Hal tersebut termasuk didikan protokoler dan perilaku yang tepat bagi para diplomat dan keluarganya yang ke luar negeri.  Semua yang mengenal beliau pasti mengenal Pak Joop yang sangat teliti, memperhatikan detil dan boleh dikatakan “cerewet”.   Cerita yang menarik dari anak buahnya adalah bahwa walaupun beliau “cerewet” mengenai protokoler, tetapi untuk dirinya sendiri tidak protokoler dan bahkan lebih sering informal, agar dapat akrab dan membaur.

Bapak Joop Ave juga sangat memahami dan piawai dalam mempromosikan Indonesia sebagai Negara dan bangsa yang besar – tidak saja terbatas kepada pariwisata. Beliau sangat mencintai dan memahami keindahan alam, warisan budaya dan orang kreatif Indonesia.  Bahkan beliau adalah pendukung industri kreatif dari dulu, termasuk batik, fesyen, musik, film, photografi, seni rupa, interior, arsitektur, dan kuliner.  Maka tidak heran bahwa saat awal-awal kita menyusun konsep ekonomi dan industri kreatif Indonesia di tahun 2007, beliau mendukung 100% dan kami sering konsultasi dengan beliau.

Lebih penting lagi beliau memberi tempat terhormat bagi “orang kreatif” Indonesia. Beliau yang mendorong temannya Iwan Tirta untuk mengunakan batik dalam fesyen dan interior, termasuk di Istana.  Beliau juga terlibat intensif dengan berbagai acara dan program di luar negeri seperti restoran Indonesia, Ramayana di New York dan berbagai peragaan fesyen, membawa rombongan kultur dan budaya tradisional dan kontemporer ke New York dan AS sebagai wahana promosi Indonesia.  

Setiap hari ke kantor saya di Gedung Sapta Pesona saya merasakan sentuhan Pak Joop mulai dari patung Arjuna Wiwaha karya Nyoman Nuarta di depan, sampai dengan masuk ke ruangan. Gedung Sapta Pesona adalah gedung yang dirancang oleh Almarhun, dengan mengunakan perusahaan arsitek Indonesia ternama yaitu Artelier 6, dan interior yang sangat kreatif.  Sampai sekarang Gedung ini tetap menjadi rujukan standard pembangunan gedung kantor pemerintah.

Tidak berlebihan jika Bapak Joop Ave disebut sebagai Bapak Pariwisata karena selama 16 tahun membangun pariwisata Indonesia sebagai Direktur Jenderal Pariwisata mulai 1982 dan kemudian Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (1993-1998).

Beliau yang menyempurnakan standard hospitality dan hotel berbintang, dan menurut salah satu anak buahnya, Pak Joop selalu menegaskan “hospitality is detail” dan bagaimana melayani tamu dengan prima dengan memahami keperluan mereka, apakah itu tamu Negara atau bukan. Pada pertemuan terakhir saya dengan Pak Joop beberapa bulan yang lalu di Bali, dalam keadaan beliau yang sudah tidak sehat, beliau meminta anak buahnya menelpon staf saya untuk menanyakan kue kesukaan saya agar dapat disuguhi saat bertemu beliau.  Saat kami pamit pun diantar sampai keluar walaupun dia sulit berjalan.

Disamping itu agar industri pariwisata mulai dapat dibangun, beliau sadar bahwa perlu menarik investasi dengan mengunakan insentif fiskal, dukungan prasarana dan perencanaan yang baik.  Salah satu gagasan beliau adalah dibentuknya BTDC (Bali Tourism Development Corporation) yang menjadi pengembang dan pengelola Nusa Dua. Perencanaan yang baik juga berarti persiapan SDM pariwsata dari awal dengan dibentuknya balai pelatihan dan hotel untuk praktek, yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Tinggi Pariwisata, Bali. 

Dalam pengembangan Bali sebagai icon pariwisata Indonesia, beliau juga menaruh banyak perhatian terhadap menjaga kearifan lokal dan warisan budaya Bali.   Salah satu inisiatif brillian beliau adalah Garuda Wisnu Kencana.  Tidak lupa pula bagaimana agar kunjungan wisman meningkat, mereka perlu di fasilitasi dan antara lain gagasan yang berhasil adalah bebas visa kunjungan singkat.

Sepertinya kita perlu mengingat kembali visi perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang dimulai dari Bapak Joop Ave yang masih relevan saat ini, baik dalam implementasi program MP3EI, maupun dalam pengembangan kawasan strategis pariwisata.

Beliau juga visioner dalam mendorong pembangunan hotel-hotel berbintang dan gedung konvensi dalam rangka Indonesia menjadi tuan rumah dari berbagai pertemuan internasional.  Yang kita istilahkan sebagai MICE.  Dimulai dengan pembangunan Bali International Convention Center (BICC) di Bali untuk menjadi tuan rumah Pacific Asia Travel Association (PATA) di tahun 1991 dan World Tourism Organization General Assembly di tahun 1993.   Dan di Jakarta JCC dibangun dalam rangka Non Aligned Movement (NAM) di tahun 1992 untuk summit ke-10 yang dihadiri oleh 62 Kepala Negara. 

Dari dahulu Pak Joop sudah melihat bagaimana ajang pertemuan internasional dapat digunakan untul promosi Indonesia.  Misalnya, salah satu momen bersejarah yang identik dengan APEC di tahun 1994, adalah foto Kepala Negara APEC di depan Istana Bogor dengan mengunakan batik yang di desain oleh Iwan Tirta, setelah menyepakati fondasi APEC, the Bogor Goals.  Tradisi pengunaan busana setempat oleh kepala Negara diikuti oleh hampir semua tuan rumah APEC setelah itu, termasuk di 2013 di Indonesia dimana yang digunakan kali ini adalah endek dari Bali.

Tentu karena Pak Joop juga bertanggung jawab untuk Pos dan Telekomunikasi, dengan pemahaman beliau mengenai pentingnya jaringan komunikasi dan informasi sampai ke seluruh daerah Indonesia.  Kita mengangap lumrah sekarang bisa telpon dan bahkan sekarang mengunakan internet dipelosok2 Indonesia tetapi keadaan pada saat itu tidak demikian.  Masih sangat sulit untuk berkomunikasi jika kita berada di daerah maka  salah satu gagasan beliau yang sangat berharga dan sampai sekarang masih berlangsugn, adalah Warung Telepon (atau WARTEL) yang sekarang sudah menjelma sebagai WARNET.

Sebagai pribadi Pak Joop selalu menyambut kita dengan hangat dan membuat kita merasa nyaman. Beliau sangat fasih dalam pembicaraan, memberi sambutan maupun dalam menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia maupun Inggeris.  Kita dapat dibuat terkesan maupun tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan beliau.  Diatas semua itu beliau mempunyai hati yang besar dan saya sebagai seorang “junior” jauh dibawahnya, sangat menghargai momen-momen dimana kami dapat berkonsultasi dan mendapat masukan mengenai promosi Indonesia, industri kreatif maupun pariwisata

Pak Joop juga orang yang tidak suka yang sedih-sedih dan lebih menyukai yang bergembira dan istilahnya “meriah”.   Beliau telah berpesan kepada keluarga dan kerabat untuk melakukan upacara pelepasan beliau yang sesuai dengan semangat tersebut.  Maka walaupun hati sedih dan merasa kehilangan, mari kita lepaskan senyum hangat untuk mengiringi perjalanan terakhir Pak Joop.

Selamat jalan Pak Joop.  Walaupun Bapak sudah tidak ada, peninggalan Bapak untuk bangsa Indonesia hidup terus.

Tourist Statistik

Fokus Berita
Siaran Pers: Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi
Siaran Pers: The 1st Joint Working Group Meeting on Tourism Indonesia-Singapura
NARASI TUNGGAL: 5 Pilar Kurangi Penyakit Berbasis Lingkungan
Selengkapnya...
Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Kementerian Pariwisata Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya
Selengkapnya...
Pengumuman
Daftar Nama Pemenang Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016
Pendaftaran Peserta World Halal Tourism Summit 2016 di Abu Dhabi UEA Dibuka!
Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016
Selengkapnya...
 
   
copyright@2012 ministry of tourism. All rights reserved